|
|
| TUGAS |
| ILMU BUDAYA DASAR |
|
|
|
| Kelompok 7 : |
|
|
| Viraldo
Lopulalan |
| Dhita Ayu
Ariandini |
| Lita Daniyah |
| Rizki Amalia |
| Yunita Eka M |
|
| Kelas 1PA16 |
|
|
| UNIVERSITAS
GUNADARMA |
| 2013 |
|
|
| Latar Belakang |
|
|
| Dalam hidip ini, pandangan
hidup ternyata sangat penting, baik untuk kehidupan sekarang maupun akan
datang. Pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia, karena tidak ada
seorang pun yang hidup tanpa pandangan hidup meskipun tingkahnya
berbeda-beda. |
|
|
| Menurut Koendjaraningrat,
pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang
dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan di dalam masyarakat.
Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup, semuanya itu
tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan. |
|
|
| Dalam hidup ini kita sangat
membutuhkan pandangan hidup, karena pandangan hidup akan mengacu kita pada
kehidupan yang lebih baik dan memotifikasi kita untuk menggapai sesuatu yang
kita inginkan. |
|
|
| A. Pandangan Hidup dan
Ideologi |
|
|
| Setiap manusia mempunyai
pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu menentukan
masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan
hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan
pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau
pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman
sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan-hidup kita akan menganut
prinsip-hidup yang bersesuaian dengannya, dan Kita pun akan menganut
pola-pikir yang bersesuaian dengan prinsip-hidup kita. Apapun agama yang kita
anut lantaran kelahiran, awalnya, kita mungkin belum punya sebentuk pandangan
hidup tertentu yang pasti, Kita masih menjalani hidup secara coba-coba,
dengan meraba-raba. |
|
|
| Di dalam menjalaninya selama
ini, mungkin kita telah tabrak sana tabrak sini, sampai dengan menemukan
sebentuk pandangan hidup yang rasanya cocok, sesuai dengan kondisi
fisiko-mental kita. Apa yang kita perlukan untuk menjalani hidup ini bukanlah
yang rasanya cocok atau yang kita senangi, melainkan yang baik dan
mendatangkan kebaikan buat kita dan orang lain, bahkan bila mungkin, ia juga
bisa mendatangkan kebaikan buat sebanyak-banyaknya orang. Disinilah kita
perlu amat berhati-hati. |
|
|
| Sedangkan Ideologi adalah
kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi diciptakan oleh Destutt de
Tracy pada abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide”. Ideology
berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios
yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Pengertian
ideology secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan
kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. |
|
|
| Dalam arti luas, ideology
adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar
cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi. Ideologi dapat
dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala
sesuatu (bandingkanWeltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam
kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis),
atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh
anggota masyarakat. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan
perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran
abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah
publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. |
|
|
| B. Cita-Cita |
|
|
| Cita-cita merupakan pandangan
masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya
cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi. Dengan
kata lain cita-cita merupakan keinginan, harapan, atau tujuan manusia yang selalu
ada dalam pikirannya dan akan terus bertambah tinggi seiring bertambahnya
usia manusia mtersebut. Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum
mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Tidak ada
orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. |
|
|
| Cita-cita adalah perasaan hati
yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita juga merupakan
bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang
ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan
cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap
cita-cita itu. Berikut ada beberapa faktor yang menentukan dapat atau
tidaknya seseorang mencapai cita-citanya : |
|
|
| 3 Faktor yang menentukan dapat
atau tidaknya seseorang mencapai cita-citanya antara lain: |
|
| - Manusia
itu sendiri |
|
| - Kondisi
yang dihadapi dalam rangka mencapai cita-cita tersebut |
|
| - Seberapa
tinggi cita-cita yang ingin dicapai. |
|
|
| 2 Faktor kondisi yang
mempengaruhi tercapai tidaknya cita-citanya antara lain: |
|
| - Faktor
yang menguntungkan |
|
| - Faktor
yang menghambat. |
|
|
| C. Makna Kebajikan |
|
|
| Kebajikan atau kebaikan atau
perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan
moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia
berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas
dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Sebagai mahluk
pribadi, manuda dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk.
Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. |
|
|
| Suara hati adalah semacam
bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan
baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati
dapat merupakan hakin untuk diri sendiri. |
|
|
| Suara hati selalu memilik
yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi
dirinya. Oleh karena itu, kalau seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan
bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik. Jadi berbuat
dan bertindak menurut suara hati, maka tindakan itu adalah baik. Jadi baik
atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus
dinilai dan diukur menurut suatu atau pendapat umum. Jadi kebajikan adalah
perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum
Tuhan. |
|
|
| Kebajikan manusia nyata dan
dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada
pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri,
sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda. Faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah: factor pembawaan, factor
lingkungan dan pengalaman. |
|
|
| D. Usaha dan Perjuangan |
|
|
| Usaha perjuangan adalah kerja
keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk
kelangsungan hidupnya. Pejuangan untuk hidup sudah menjadi kodrat manusia.
Tanpa usaha dan pejuangan manusia tidak dapat hidup dengan sempurna. Apabila
manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus bekerja keras. Apabila seseorang
bercita-cita menjadi seorag ilmuwan, ia harus rajin belajar dan tekun serta
memenuhi semua ketetuan akademik. |
|
|
| Kerja keras itu dapat
dilakuakan dengan ilmu dari manapun, dilakukan dengan jasmani atau
dengan kedua duanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan
otaknya/ilmu nya dari pada jasmani nya. Kerja keras pada dasarnya
menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja
keras manusia dibatasi oleh kemampuannya. |
|
|
| Karena kemampuan terbatas itu
lah yang timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dengan
manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahliannya. Orang
yang bekerja dengan berfisik lemah memperoleh hasil sedikit, keterampialn
akan memperoleh penghasilan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang
tidak mempunyai keterampilan. |
|
|
| Karna itu mencari ilmu dan
keahlian itu keharusan dalam kehidupan seseorang. Sebagaimana dinyatakan
dalam ungkapan sastra: “tuntunlah ilmu dari bulan samapai liang lahat” dalam
pendidikan dikatakan sebagai “long life education”. |
|
|
| Contoh dari usaha atau
perjuangan: seorang ayah untuk dapat menghidupi keluarganya, ia harus
berusaha bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya agar kebutuhan nya
dapat terpenuhi. |
|
|
| E. Keyakinan dan Kepercayaan |
|
|
| Keyakinan/kepercayaan yang
menjadi dasar pandangan hidup berasal dari kata akal atau kekuasaan Tuhan
yang terbagi atas 3 aliran yakni : |
|
| Aliran naturalisme. |
| Aliran intelektualisme. |
| Aliran gabungan. |
|
| a.
Aliran Naturalisme |
|
|
| Hidup manusia itu dihubungkan
dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu
dari natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan,
natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dengan aturan-aturannya,
secara mutlak dikuasai Tuhan. Manusia sebagai makhluk tidak mampu menguasai
alam ini, karana manusia itu lemah. Manusia hanya dapat berusaha/berencana
tetapi Tuhan yang menentukan. Aliran naturalisme berintikan spekulasi,
mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Lalu mana yang benar, yang
benar adalah keyakinan. Jika kita yakin Tuhan itu ada maka kita katakan Tuhan
ada. Bagi yang tidak yakin, dikatakan Tuhan tidak ada yang ada hanya natur. |
|
|
| Bagi yang percaya Tuhan,
Tuhan itulah kekuasaan tertinggi, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan,
karana itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan
yaitu agama. Apabila aliran naturalisme ini dihubungkan dengan pandangan
hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan. Jadi pandangan hidup
dilandasi oleh ajaran-ajaran Tuhan melalui agamanya. Manusia yakin bahwa
kebajikan itu diridhoi oleh Tuhan pandangan hidup yang dilandasi keyakinan
bahwa Tuhanlah kekuasaan yang tertinggi, yang menentukan segala-galanya
disebut pandangan hidup keagamaan . |
|
|
| b. Aliran Intelektualisme |
|
|
| Dasar aliran ini logika /
akal. Manusia mengutamakan akal, dengan akal manusia berpikir, mana yang
benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan
hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu
dapat dicapai dengan sukses dengan akal diciptakan teknologi. Akal berasal
dari bahasa Arab, artinya kalbu, yang berpusat di hati, sehingga timbul
istilah “hati nurani”, artinya daya rasa. Di barat hati nurani ini menipis,
justru yang menonjol adalah akal yaitu logika berpikir. Karena itu aliran ini
banyak dianut di kalangan barat. Di timur orang mengutamakan hati nurani yang
baik menurut akal belum tentu baik menurut hati nurani. |
|
|
| Apabila aliran ini
dihubungkan dengan pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan manusia itu
bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan
kebenaran yang diterima akal. Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia
yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal. Pandangan hidup ini
disebut liberalisme. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan
berbuat, walaupun tingkah laku dan perbuatan itu bertentangan dengan hati
nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. Karena itu
individu yang berakal dapat menguasai individu yang berpikir rendah. |
|
|
| c. Aliran Gabungan |
|
|
| Dasar aliran ini ialah
kekuatan gaib dan juga akal, kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari
Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah
dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu
dunilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati
nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh
hati nurani. |
|
|
| Apabila aliran ini
dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan
pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika
berpikir, sedangkan hati nurani dinomer duakan, kekuatan gaib dari Tuhan
diakui adanya tetapi tidak menentukan , dan logika berpikir tidak ditekankan
pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif
(masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan
itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan
secara berimbang, akal dalam arti baik sebagai logika berpikir maupun sebagai
daya rasa, logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif
pandangan hidup ini disebut sosialisme. Religius. Kebajikan yang dikehendaki
adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani,
semuanya itu berkat karunia Tuhan. |
|
|
| F. Langkah berpandangan hidup
yang baik |
|
|
| Manusia pasti mempunyai
pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya.Bagaimana kita memperlakukan
pandangan hidup itu tergantung pada orang yangbersangkutan. Ada yang
memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapaitujuan dan ada pula
yang memperlakukan sebagai sarana kesejahteraan, ketenteraman dansebagainya. |
|
|
| Maka kita seharusnya mempunyai
langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karenahanya dengan mempunyai
langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandanganhidup sebagai sarana
mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Maka dari itu di bawah inibeberapa
langkah-langkah dalam berpandangan hidup yang baik, sebagat berikut: |
|
|
| a. Mengenal |
|
|
| Mengenal ini merupakan suatu
kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertamadan setiap aktivitas
hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.Tentunya kita
yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup. |
|
|
| b. Mengerti |
|
|
| Tahap kedua untuk
berpandangan hidup yang balk adalah mengcrti. Mengerti di sinidimaksudkan
mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita
berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila
kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan
bernegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama islam,
hendaknya kita mengerti apa itu AlQur‟an, hadits dan ijmak itu dan bagaimana
ketiganya itu mengatu kehidupan baik di dunia maupun di akherat. Selain itu
juga kita mengerti untuk apa dan dan mana Al Qur‟an, hadits,dan ijmak itu.
Sehingga dengan demikian mempunyai suatu konsep pengrrtian tentangpandangan
hidup Islam itu. |
|
|
| c. Menghayati |
|
|
| Langkah selanjutnya setelah
mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan
menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar
mengenai pandangan hidup itu sendiri.Mcnghayati di sini dapat diibaratkan
menghayati nilai-nilai yang terkandungdidalamnya, yaitu dengan memperluas dan
memperdalam pengetahuan mengenai pandanganhidup itu scndiri. Dengan
menganalisa dan bertanya kepada orang yang lebih mampu dalam pemahaman
pandangan hidup. |
|
|
| d. Meyakini |
|
|
| Setelah mengetahui kebenaran
dan validitasnya, baik secara kemanusiaan, maupunditinjau dan segi
kemasyarakatan maupun bernegara dan dan kehidupan di akherat, makahcndaknya
kita menyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini
memerupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga
dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.Dengan yakin (meyakini) berarti secara
langsung ada penerimaan yang ikhlasterhadap pandangan hidup itu. Adanya sikap
menerima secara ikhlas ini maka adakecenderungan untuk selalu brrpedoman
kepadanya dalam segala tingkah laku dantindakannya atau setidak-tidaknya
tingkah laku dan tindak-tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup
yang diyakininya. |
|
|
| e. Mengabdi |
|
|
| Pengabdian merupakan suattu
hal yang penting dalam mcnghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan
dan diterima baik oleh dirinya lebih – lebih oleh orang lain.Dengan mengabdi
maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedang perwujudan manfaat mengabdi ini
dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan mengabdi itu sendiri bisa
terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam
akherat. Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain yaitu mengabdi
kepada orang kedua orang tua. Jadi bila kita sudah mengenal, mengerti,
menghayati dan meyakini pandangan hidupini, maka selayaknya disertai dengan
pengabdian Dan pengabdian maka hendaknya dijadikanpakaiannya baik dalam waktu
tenteram lebih-lebih bila menghadapi hambatan dan tantangan. |
|
|
| f. Mengamankan |
|
|
| Proses mengamankan merupakan
langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikitkemungkinan bila belum mendalami
langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankanini. Langkah yang terakhir
ini merupakan langkah yang terberat dan benar-benarmembutuhkan iman yang
teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demitetap tegaknya
pandangan hidup itu.Misalnya seorang yang beragama Islam dan berpegang teguh
kepada pandanganhidupnya, lain suatu ketika dia dicela baik secara langsung
ataupun secara tidak Iangsung,maka jelas dia tak menenima celaan itu. Bahkan
bila ada orang yang ingin merusak ataubahkan ingin memusnahkan agama Islam
baik terang-terangan ataupun secara diam-diam,sudah tentu dan sudah
selayaknya bila kita mengadakan tindakan terhadap segala sesuatuyang menjadi
pengganggu. Dengan kata lain para pengikut pandangan hidup Islam
akanbertindak untuk mengamankan terhadap segala tindakan yang bermaksud atau
inginmengganggu salah satu diantara pandangan hidup itu, pasti ditindak
selain oleh Allah kelak juga oleh para pengikut Islam itu sendiri. |
|
|
| Studi Kasus |
|
|
| Di negara kita sekarang ini,
semakin maraknya kasus terorisme. Masalah ini terjadi akibat kurang tepatnya
pandangan suatu orang terhadap masalah kehidupan sehari – hari. Mereka
menafsirkan atau mengartikan suatu ajaran secara sepotong – sepotong dan hanya
berdasarkan pada satu atau dua sumber saja tidak melihat keadaan sekitar yang
diperkirakan secara logika sehingga mendapatkan penjelasan yang kurang tepat. |
|
|
| Mereka berpandangan bahwa
semua orang yang menentang atau memusuhi keyakinannya adalah musuh buat
mereka dan itu harus dimusnahkan dari muka bumi ini untuk terciptanya
kehidupan yang aman dan sejahtera. Padahal kalau kita perhatikan sebenarnya
pandangan mereka terhadap masalah tersebut adalah kurang tepat, bukan
sewajarnya orang yang keliru itu disadarkan untuk kembali ke jalan yang lurus
bukan malah ditiadakan atau dimusnahkan. |
|
|
| Tetapi pandangan seperti itu
seperti sudah mendarah daging pada diri mereka dan orang – orang pengikutnya.
Bahkan mereka menganggap kalau melakukan hal tersebut akan mendapat suatu
pahala yang besar dan kalaupun mereka meninggal dalam menjalankan aksi mereka
tersebut dianggap sebagai mati syahid (mati di jalan Allah swt). Padahal
kalau diamati justru perbuatan yang mereka lakukan itu sangat merugikan orang
lain, seperti menghilangkan nyawa orang lain pasti keluarga yang ditinggalkan
itu akan menyimpan duka yang sangat mendalam dan bahkan sulit untuk
dihilangkan. Banyak anak kecil yang kehilangan orang tuanya, para orang tua
kehilangan lapangan pekerjaan, dan sebagainya. |
|
|
| Mereka juga tidak segan untuk
menyebarkan ajarannya tersebut kepada orang – orang yang ada disekitarnya
sehingga pengikut semakin banyak. Dan hal tersebut tidak akan berhenti
sebelum apa yang mereka inginkan tercapai. |
|
|
| Meskipun pimpinan gembong
teroris sudah banyak yang tertangkap, tetapi terorisme masih terus terjadi.
Hal tersebut dikarenakan bahwa ajaran yang mereka ajarkan masih belum mati
dan terus berjalan sehingga siapa saja bisa menerukan ajaran tersebut meskipun
sang pemimpin telah tiada. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar